Rabu, 30 Desember 2009

Hari ke-48, Camping 3 hari lagi...


Harusnya sore ini, atau minimal besok, anakku Rif'an sudah bisa istirahat di Rumah untuk sementara. Aku sudah membayangkan long week end bisa dinikmati berkumpul bareng di rumah. Lagian jika di rumah anakku kelihatan jauh lebih ceria, banyak bercanda yang bisa membuat hati kami terhibur. Aku sendiri juga bisa sedikit menyempatkan waktu ikut kerja bakti di mesjid dekat rumah yang sedang direnovasi. Eeeh... gak tahunya istriku nelpon bahwa ada obat kemo oral yang tidak tersedia, namanya Leucovorine rescue kalau tidak salah, adanya jenis cair yang yang hanya bisa disuntikkan. Otomatis Rif'an harus nginep lagi tiga hari karena dosisnya sehari 1 suntikan.
Sudah aku coba tanya ke teman2, terutama Pak Dedy Sadikin (Org tua yang anaknya sudah sembuh dari ALL) beliau sudah membantu telpon kesana kemari (Jazaakalloh Pak Dedi...). Tapi setelah mendengar jawaban dari staf di YAI (Yayasan Kanker Indonesia) aku pasrah, karena obat jenis itu sudah lama kosong dari pabriknya...
Heran juga saya, sudah dua kali ini obat yg harus ditebus susah sekali dicari... padahal kata dokter metode kemo ini adalah yg paling populer, tapi kenapa obatnya kadang tiba2 hilang...?? Wallohua'lam...
Ya sudahlah, kembali aku sadar... aku tidak tawakkal dan bergantung pada obat, dokter, atau metode pengobatannya, aku tawakkal pada-Mu ya Robb. Yang kuminta padaMu berikan aku rasa ikhlas menerima QodhoMu ini, beri aku kekuatan & kemudahan dalam berikhtiar, berikan curahan rahmat pada keluargaku, terutama istriku semoga senantiasa kuat & sehat... dan golongkan kami kedalam hamba-hambaMu yang sabar. Amin.

Selasa, 29 Desember 2009

Hari ke-47, BOTAK!! & BMP ke-2


Hari ini tanggal 29 Desember 2009, Anakku Rifan kembali masuk ruang operasi, suster mengistilahkan ruang OK, gak tahu spellingnya bener apa nggak...

Ya.. anakku kembali menjalani BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu tindakan operasi kecil pengeboran bagian tulang belakang untuk diambil sungsumnya, juga sekalian intrarecal, juga sekaligus cabut gigi depan bagian atas.... Duuhhh! banyak amat ya anak segitu dioprek-oprek tubuhnya. Ya tapi gimana lagi, aku sudah serahkan sama Allah dengan selalu memohon diberi kesembuhan dan jalan terbaik... Karena aku manusia lemah, maka sesuai aturan aku serahkan pada ahlinya... yaitu dokter, walau aku tahu dokter bukan segalanya... tapi itulah ikhtiar maksimal yg bisa aku lakukan...

Untuk kondisi seperti ini, lagi-lagi aku tidak bisa menungguinya, mengingat kewajibanku yang harus berangkat kerja, seperti biasa hanya Wonder womanku tercinta yang bisa nungguin dengan segala ketegarannya... Thank's my wife..., thank's Allah, you gived me the best wife...

Hanya lewat ujung telepon aku hanya bisa tahu perkembangannya, dan sekitar pk 13.00 alhamdulillah semua sudah selesai, dan Rifan anakku sudah kembali ke ruang rawat, hanya saja untuk waktu 4 jam tidak boleh duduk, takut terjadi pendarahan.... tapi dasar bocah, dibelain nangis hanya untuk sebuah posisi duduk....

Kondisi Anakku secara umum bagus, bobot tubuhnya naik 3 - 4 kg, makannya bisa dibilang "rakus"... makanya badanya tambah gemuk, pipinya tembem.... dengan kepala yang sudah dibotakin semakin mirip aktor cilik mandarin jaman dulu..., BOBOHO....

Yahh..., semoga ini pertanda baik, hasil BMP semoga menunjukkan perkembangan positif... dan Anakku bisa sembuh lebih cepat... dengan segala sifat Rahman, Rohiim dan Syafi'-Nya Allah SWT. Amin, amin...., amiiin ya Mujiibassaailiin....

Senin, 14 Desember 2009

HARI KE 33, "Bi.. Ayamnya pake kecap ya..."


Hari ini tanggal 15 Desember 2009, Kondisi Rif'an anakku membuat aku tak henti-hentinya mengelus dada, menangis dalam hati. Rambut di kepalanya sudah hampir habis. Bocah yang sebelumnya memiliki rambut indah, lurus, hitam, lembut berponi ini sekarang sudah hampir gundul... tapi masih banyak rambut sepanjang 15 cm tertinggal disana-sini, kalo diingat-ingat mirip sama pendekar gila musuh utama dalam film Kungfu Hustle.

Selain kondisi rambut, pipinya tembem, perutnya buncit agak keras... Nah kondisi perut inilah yang membuat saya selalu khawatir. Sebab setahuku itu karena pembengkakan limpha dan hati. Tapi setelah saya tanya dokter tadi pagi alhamdulillah cukup melegakan, bahwa memang pernah agak membesar, tapi dari hasil lab kemarin menunjukkan bahwa Hati maupun limphanya sudah normal. kondisi perutnya yang masih cukup besar karena anak ini banyak makan... Alhamdulillah.

Memang beberapa obat kemo yang diminum ada yg memiliki efek samping bocah ini jadi doyan makan... Jatah makan dari Rumah Sakit disediakan 3 kali seakan sangat kurang. Setiap kali Ibunya, saya atau kakaknya makan, selalu saja minta. Sedangkan dia tidak boleh makan sembarangan yang bisa mengacaukan terapi pengobatannya.

Hari ini adalah hari yang mencemaskan, karena sesuai jadwal Rif'an harus menjalani injeksi entratecal, yaitu tindakan injeksi obat kemo yang disuntikkan di bagian belakang, saya tidak tahu pasti di tulang ekor atau dimananya. Tapi yang jelas tindakan ini termasuk kategori operasi, Rifan harus menjalani puasa dari Pk. 05.00 pagi sampai jam 12.00 siang. Dia juga harus menjalani anestasi pembiusan total dengan cara dibekap hidung & mulutnya.

Selain karena kewajiban aku harus ngantor, aku tidak kuat untuk menghadapi tindakan2 seperti ini terhadap anakku, boro2 yang seperti ini, untuk diambil darahnya saja aku tidak sanggup mendampinginya... Sekali lagi posisi ini dimenangkan sama uminya wanita hebat yang kuceritakan di posting kemarin.

Hal lain yang membuat aku tak tega berdekatan dengan anakku di saat seperti ini adalah keinginannya untuk makan. Padahal jam 04.30 pagi tadi sudah disuapi bubur 1 mangkuk dan bubur kacang hijau setengah gelas, Eee jam 06.00 sudah memintaku untuk beli Bubur ayam, permintaanya lengkap dengan dikasih kecap dan ayam, ayamnya minya yang empuk.... Setiap suster masuk selalu ditanya mana makanan dede', terpaksa suster harus berbohong, ayamnya sedang dikejar... tadi lari. Dan kalau sudah begini dia pasti mengejar dengan pertanyaan2 lain yang menuntut jawaban.

Jam 08.00 terpaksa aku harus meninggalkannya, satu karena memang sudah harus berangkat kantor, kedua aku mulai diberondong permintaannya lagi untuk mengambil makanan. karena suara trolly makanan di koridor sudah terdengar... dan pastinya bukan untuk anakku yg sedang puasa. Akhirnya terpaksa aku juga harus berbohong... Abi keluar dulu membeli bubur ayam, lengkap dengan ayammya yang lembut dan banyakin kecapnya...

Selamat berjuang Anakku... Semoga kelak engkau menjadi manusia sholeh & pejuang yang tangguh...!!

Minggu, 13 Desember 2009

HARI KE 32, dedicated to 'Wonderwoman'


Hari ini tepat memasuki hari ke 32 anakku tervonis menderita kanker Leukimia (jenis AAL). Sejak pertama kali tes darah lengkap di Siloam Hospital, kemudian hari itu juga dirujuk ke RSCM (dirawat 7 hari), pindah ke RSAB Harapan Kita 8 hari, Jadwal Kemo 3 hari x 2 Minggu. Dan Hari ini masuk hari ke 8 untuk Jadwal Kemo (rencana 17 Hari).

Untuk menghitung hari saja lelah sekali rasanya, karena pernak-pernik tugas hidup yang lain juga masih terus kita lakoni. Mengurus anakku yg pertama yang masih ujian smester (kls 4), kerjaan kantor yang juga tidak bisa kompromi dan seperti tak ada hari esok, dan banyak lagi tugas2 sosial / keagamaan yang juga tidak boleh ditinggalkan, karena semua itu kewajiban.

Sekali lagi bukan berniat mengeluh..., hanya saja saya ingin memandang seorang wanita tegar di sana (istriku tercinta) dari sudut mata saya... Bayangkan saja 32 hari sudah terlewati, 32 hari itu juga ia telah mencurahkan hidupnya untuk menjaga & berjuang mempertahankan hidup anakku. Sudah hampir seminggu kemarin aku tidak bisa menemaninya menginap, karena aku justru diwajibkan untuk mendampingi anak pertamaku belajar menghadapi ujian smester. Segala keperluan yang harus dikerjakan di Rumah sakit ia lakukan sendiri, sampai faham benar protokol Kemo, Komunikasi dg Dokter, mengurus admistrasi rawat inap, menunggu dengan linangan air mata ketika Anakku menjalani operasi (entratecal), dll.

Katanya ia suka gagap menjawab pertanyaan suster atau keluarga pasien lainnya yang bertanya "Ibu kok sendirian, Ayahnya atau keluarga lainnya nggak ada yang nemenin..?"

Tapi dia tidak terpengaruh dengan pertanyaan2 tersebut... Justru ketika aku bilang ingin izin tdk masuk kerja dia melarangnya... katanya Masuk kerja-ku adalalah sebagian dari ikhtiar mengobati anak kita. Dia juga tidak terlalu meninginkan saudara/keluarganya bersusah-susah harus datang ke Jakarta, karena itu tidak mudah dan hanya akan menebarkan kesulitan saja bagi orang lain...

Seminggu yang lalu Istriku memberi kabar "mengagetkan" yang lain lagi padaku, bahwa kemungkinan besar Allah telah menitipkan calon manusia lagi di rahimnya... dan akhirnya itupun positif dengan test urine & periksa Bidan. Rasanya melayang-layang... bingung harus ngomong apa, tergambar jelas hari-hari ke depan pasti akan lebih sulit... Usia kandungannya dalam hitungan bulan pasti semakin besar dan berat, sementara perjuangan mengobati anakku yang kedua juga masih harus terus berjalan...

Tapi sekali lagi hebatnya, Dalam beberapa jam istriku sudah bisa menata hati dan fikirannya... dan berkata ini semua rencana Allah. Allah sedang memberi ladang amal yang luar biasa luas kepada kita, menguji seberapa syukur kita yang tidak sebatas kata2 dan seremonial syukuran, menguji kesabaran kita tidak sebatas menahan diri, tapi terus berikhtiar dan menganggap semuanya adalah yg terbaik dari Allah...

Mendengar itu semua akupun jadi mulai bisa tersenyum, mendekapnya dalam-dalam... tetes air matapun tak tak terbendung dari mata kami... air mata bahagia, kebahagiaan dalam medan pertempuran hidup. Anak2-pun senang sekali mendengar bahwa mereka akan segera mendapat Adik baru. Anakku yang sakitpun terlihat senang dengan sering mengusap2 perut ibunya....

Tapi jujur, perasaan iba & tak tega masih menghinggapi pikiranku setiap waktu. Semua itu aku tebus dengan selalu memberi semangat padanya, mempersembahkan cinta padanya, mencoba mengimbangi semangatnya berjuang menghadapi semua itu... aku jadi sering menngucapkan kata2 mesra bak kepada kekasih yang baru kasmaran.... menyanjungnya, dan tidak segan2 menyebunya WONDER WOMAN berjilbab... hehe... Bahkan dia lebih hebat dari Wonderwoman..., karena dalam kondisi yang secara kasat mata sesulit ini dia masih bisa sms: "Aku sangat bahagia hidup disampingmu dan di antara anak2 kita..."

Ya Allah yang Maha Benar, sungguh Engkau tidak salah memilihkan dia sebagai pendamping hidupku, menjadi perantara cintaMu pada anak-anakku, dan menjadi perantara bimbinganMu agar anak-anakku tumbuh menjadi hambaMu yang sholeh...

Ya Allah jika Ridhoku sebagai suaminya adalah tiket surga baginya, Aku ridho padanya ya Robb... segala hal sekecil apapun yang menurutku tidak berkenan, detik ini aku maafkan...
maka Ya Rob, turunkanlah RidhoMu kepadanya.... Amiin.

Kamis, 03 Desember 2009

TITIPAN ALLAH ITU SAKIT LEUKIMIA

Bismillahirrohmaanirrohiiim....
Bingung saya mau memulai dari mana untuk menyampaikan apa yg sedang kurasakan ini... Aku tidak ingin terkesan mengeluh, tapi nyatanya mengeluh... tidak ingin terlihat tidak pasrah dan ikhlas... nyatanya ikhlas itu, aku tidak tahu nyata atau ghaib... Wallohu a'lam hanya pada-Nya aku beristighfar atas segala kelemahanku...

Sudah hampir sebulan aku hitung... hari-hariku terisi dengan kecemasan... banyak sekali aktivitas rutinku aku tinggalkan..., membahas berbagai masalah Musholla dengan teman-temanku, belakangan ini aku tidak maksimal. Berolah raga main bulu tangkis, hanya baru sekali dlm sebulan ini....

Setiap jam segini, rata-rata aku belum tidur, kalau tidak browsing mencari informasi tentang leukimia dan pengobatannya, aku hanya memandangi anakku yang tertidur tak lelap, beberapa menit sekali terbatuk-batuk... perutnya membesar seperti anak cacingan, bagian wajahnya membesar seperti tiba2 gemuk....

memang obat kemu yang bernama dexa kata dokter membuat ia tinggi nafsu makannya... tapi gemuk yg tidak selincah dulu. hampir-hampir ia tidak bisa ditinggal kemana2, setiap waktu harus ditemani uminya atau saya... Jarang sekali tersenyum, apalagi tertawa.... seperti dulu.

Tadi sore minta makan ayam goreng... padahal jam segini susah sekali cari ayam goreng kampung yang digoreng dengan minyak baru... yang ada hanya ayam negeri yang beru berumur 40 hari, dengan disuntik hormon penggemuk + digoreng dengan minyak curah kemarin.... sreeeng.. memang nikmat buat kita yang sehat. Tapi itulah diantaranya makanan "sampah" yang ada di sekitar kita.

Akhirnya aku akalin beli daging bebek 2 potong, digoreng sendiri di rumah... tidak sabar dia ingin menyantapnya... 2 potong dada bebek dimakan ber-4, sambil bercanda.... Bahagia sekali rasanya melihat tawa di wajahnya yg kini tembem....

Seperti malam2 sebelumnya, aku berbaring disampingnya... mengusap rambutnya, meraba perutnya yang terlihat bengkak / kenyang... aku tdk tahu.... tiba2 terbatuk-batuk, aku sgera menyingkir, karena jika sudah begitu, ia hanya butuh ibunya....

Aku kembali ke komputer, membaca tulisan2 penderita kanker yang saling berdialog dalam ruang maya... bercampur-aduk rasanya... bingung, begitu banyak informasi... begitu banyak asa yang ditawarkan, bait-bait doa dan support saling dilemparkan... Tapi tidak berujung pada kesimpulan dan kepastian.... apakah mereka bisa menang melawan kanker itu....

Yang ada mereka hanya berani menyebut dirinya survivor.... ya, bertahan... ibarat pemain bola tidak pernah bisa menyerang dan menyarangkan bola ke gawang lawan....

Sebentar ada harapan dari khemo terapy di satu sisi... disisi lain tiba-tiba dimentahkan oleh informasi buah sirsak... yan katanya 10.000 lebih ampuh dari obat chemo dan hanya mematikan sel kanker.... tapi di ujug informasi kembali membuat aku bimbang... karena bisa jadi itu strategi marketing produk extrak sirsak... atau perkebunan sirsak....

Sudah berbagai macam obat herbal aku masukkan ke dalam tubah anakku selain chemo... minggu2 pertama daun mengkudu, sirih merah, bekatul... kemudian selanjutnya kapsul keladi tikus, habbatussaudah, kapsul & Madu Majaso dari Jogja.... Sore tadi temen kantorku menyodorkan buah merah dari papua...

Walau penuh harap dan kepasrahan, tapi rasanya tak tega melihat anakku begitu banyak dijejali obat-obatan yang begitu banyak ke tubuhnya.....

Akhirnya, Ya Robb... inna lillah wa inna ilaihi roojiuun, semua milikMu dan karenaMu (termasuk juga anakku dan sakitnya... semua kukembalikan dan kuserahkan padaMu. Aku seorang ayah dan manusia yang bodoh serta lemah.... tak mampu berbuat banyak di hadapanMu, aku juga tak mampu berubah banyak dalam memperbaiki hidupku... Hanya bisa berucap sedikit istighfar... doa yang sekenanya, sholat yang juga masih belum khusyu' dan berjuta kelemahan lainnya...

Astaghfirullohal adziiim, Laa haulaa walaa quwwata illa billaahil aliyyil adziiim...

Minggu, 31 Mei 2009

ADU DOMBA SERUMPUN

Untuk kesekian kalinya hubungan 2 Negara serumpun, yakni Indonesia - Malaysia kembali kurang harmonis. Setelah terangkatnya issue "Manohara" yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh keluarga kerajaan Kelantan Malaysia (red).

Sampai saat tulisan ini diposting, belum jelas pihak mana yang sebenarnya bersalah menurut hukum yang berlaku, karena kasus ini hanya masih sebatas jadi berita dan pernyataan2 kedua belah pihak (kel manohara dan kel Kelantan).

Yang jadi konsentrasi saya, kenapa 2 Negara bertetangga ini selalu dirundung masalah2 yang mengarah pada pertentangan yang tidak perlu. Dari isue yang disebabkan masalah2 besar sampai yang sepele. Ada masalah blok Ambalat, ada perebutan hak paten seni batik, Reog, masalah TKI ilegal, kekerasan thd TKI, dan terakhir adalah masalah rumah tangga Manohara.

Sementara saya heran kenapa dengan Singapura, bahkan Filipina kita baik-baik saja.
Analisa sementara saya adalah karena 2 negara ini (Ina - Malay) sama2 mayoritas muslim.
Ada kepentingan pihak tertentu untuk mengadu domba sesama 2 ummat yang bersaudara ini.
Wallohu a'lam. (insyaAllah berlajut).

ADU DOMBA SERUMPUN