Ya Tuhanku...
Alhamdulillah telah kau berikan 'berkah' yang berlimpah kepadaku
hingga aku sampai di puncak kenikmatan ini...
Ini semua tidak terlepas dari ridhomu, dan juga kegigihan 'jihad'-ku
dan orang2 yang mencintaiku...
Ya Tuhanku, Puji atas-Mu yang telah menganugerahkan bentuk tubuhku yang menarik,
sehingga dapat menjadi wasilahku mencari rizki-Mu..
Terakhir ya Tuhanku...
Sehatkanlah aku, kuatkanlah 'pinggulku' sehingga aku dapat terus bergoyang, ngeboooor... ngecooor... nggergaji... dan menghibur umat-Mu,
Sehingga setiap tahun aku dapat mengunjungi Ka'bah-Mu yang suci ini...
Amiiin.......
Ratu Geol.
Ya Allah....
Berilah petunjuk kepada mereka, amiiin.
Haris
Tampilkan postingan dengan label PROTES-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROTES-ku. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Februari 2008
Minggu, 02 Desember 2007
NIKMAT membawa SENGSARA
Sehelai Pengalaman Hidup.
By: Haris
Seharusnya SENGSARA membawa NIKMAT seperti karya novel Abdul Muis yang melegenda itu...
atau NIKMAT membawa nikmat.. seperti kemauan setiap manusia... Lahir dari keluarga kaya nan beriman, besar tercukupi harta dan ilmu.. dewasa tinggal meneruskan kekayaan orang tua, dan mati masuk syurga... hehehe... cita2 setiap orang.
Namun kali ini saya sajikan tulisan NIKMAT membawa SENGSARA... atau bisa juga diberi judul BAIK membawa BURUK...
atau PAHLAWAN yang DITAWAN... hehehe.. terlalu bombastis kali ya.
Tapi itulah yang kami rasakan, Niat baik, itikad baik... ternyata tidak selalu berakibat baik... Nikmat yang rencana kami persembahkan kepada orang lain... justru berbalik arah dan berubah menjadi kesengsaraan...
Bagaimana tidak...? Keresahan terjadi karenanya, Beberapa ibu-ibu menangis karenanya, kerekatan silaturrahmi menjadi retak karenanya amarah, kebencian, dendam, gunjing, ketidak percayaan... kebohongan... justru tumbuh subur karena KENIKMATAN / KEBAIKAN yang saya lempar ke tengah-tengah masyarakat yang "plural" pandangannya.
Saya baru menyadari, betapa berbuat baik itu tidak mudah, berbuat baik tidak selamanya mendatangkan kebaikan... selama dasar perbuatan baik dan dimana perbuatan baik itu dilakukan atas aturan dan nilai manusia... Artinya kebaikan standar manusia.. adalah suatu hal yang relatif, atau nisbi... tergantung siapa yang memandang, tergantung isi kepala dan isi dada masing2 orang.
Inilah yang ingin saya gali... lantas bagaimanakah KEBAIAKN MUTLAK itu...? yang tidak ada embel2 keburukannya sama sekali......?
Berbicara tentang KEBENARAN atau HAQ, saya jadi ingat Doa dalam sholat tahajud yang banyak mengandung kata2 HAQ... yang intinya seluruh kebaikan dari Allah adalah HAQ alal HAQ... artinya sebuah kebenaran mutlaq.
Mungkin inilah yang seharusnya menyadarkan saya, bahwa setiap perbuatan baik harus benar-benar difikirkan apakah kira-kira Haq menurut Allah...? kalau itu sudah difikir... tidak berhenti sampai disitu... apakah orang lain juga sudah karena
Allah dalam memandang kebenaran....? sehingga SEBAB dan AKIBAT atau AKSI & REAKSI sebuah perbuatan sama-sama disandarkan pada maunya Allah, kebenaran Allah..
Tapi itu sulit ya...
Betapa tidak, faktanya kita pun masih berbeda dalam memandang Allah... siapa Allah, maunya Allah dan bagaimana cara kita hidup sesuai maunya Allah.
Ya... saya bilang sulit,
tapi bukan tidak mungkin... jika Allah sudah berkehendak, dan kita benar2 mau memperjuangkannya.
Wa4JJI a'lam bisshowwab.
By: Haris
Seharusnya SENGSARA membawa NIKMAT seperti karya novel Abdul Muis yang melegenda itu...
atau NIKMAT membawa nikmat.. seperti kemauan setiap manusia... Lahir dari keluarga kaya nan beriman, besar tercukupi harta dan ilmu.. dewasa tinggal meneruskan kekayaan orang tua, dan mati masuk syurga... hehehe... cita2 setiap orang.
Namun kali ini saya sajikan tulisan NIKMAT membawa SENGSARA... atau bisa juga diberi judul BAIK membawa BURUK...
atau PAHLAWAN yang DITAWAN... hehehe.. terlalu bombastis kali ya.
Tapi itulah yang kami rasakan, Niat baik, itikad baik... ternyata tidak selalu berakibat baik... Nikmat yang rencana kami persembahkan kepada orang lain... justru berbalik arah dan berubah menjadi kesengsaraan...
Bagaimana tidak...? Keresahan terjadi karenanya, Beberapa ibu-ibu menangis karenanya, kerekatan silaturrahmi menjadi retak karenanya amarah, kebencian, dendam, gunjing, ketidak percayaan... kebohongan... justru tumbuh subur karena KENIKMATAN / KEBAIKAN yang saya lempar ke tengah-tengah masyarakat yang "plural" pandangannya.
Saya baru menyadari, betapa berbuat baik itu tidak mudah, berbuat baik tidak selamanya mendatangkan kebaikan... selama dasar perbuatan baik dan dimana perbuatan baik itu dilakukan atas aturan dan nilai manusia... Artinya kebaikan standar manusia.. adalah suatu hal yang relatif, atau nisbi... tergantung siapa yang memandang, tergantung isi kepala dan isi dada masing2 orang.
Inilah yang ingin saya gali... lantas bagaimanakah KEBAIAKN MUTLAK itu...? yang tidak ada embel2 keburukannya sama sekali......?
Berbicara tentang KEBENARAN atau HAQ, saya jadi ingat Doa dalam sholat tahajud yang banyak mengandung kata2 HAQ... yang intinya seluruh kebaikan dari Allah adalah HAQ alal HAQ... artinya sebuah kebenaran mutlaq.
Mungkin inilah yang seharusnya menyadarkan saya, bahwa setiap perbuatan baik harus benar-benar difikirkan apakah kira-kira Haq menurut Allah...? kalau itu sudah difikir... tidak berhenti sampai disitu... apakah orang lain juga sudah karena
Allah dalam memandang kebenaran....? sehingga SEBAB dan AKIBAT atau AKSI & REAKSI sebuah perbuatan sama-sama disandarkan pada maunya Allah, kebenaran Allah..
Tapi itu sulit ya...
Betapa tidak, faktanya kita pun masih berbeda dalam memandang Allah... siapa Allah, maunya Allah dan bagaimana cara kita hidup sesuai maunya Allah.
Ya... saya bilang sulit,
tapi bukan tidak mungkin... jika Allah sudah berkehendak, dan kita benar2 mau memperjuangkannya.
Wa4JJI a'lam bisshowwab.
Selasa, 20 November 2007
TERIAK TANGIS TAK BERSUARA
Meminjam dialog Film "DAUN DI ATAS BANTAL" karya Garin Nugroho yang diucapkan Christin Hakim di depan jenazah anak angkatnya... kembali membuat hati saya miris. Dialog itu begitu menusuk siapa saja walau tidak dtunjukkan langsung kepada siapapun.. Christin Hakim berkata: "Orang miskin saja kok pake mati segala, nyusahin aja..." Ini dia ucapkan dikala anak angkatnya (anak jalanan) yang ditolak sana-sini waktu mau dikuburkan... karena si anak tidak terdaftar sebagai penduduk manapun.
Film itu kembali teringat ketika istri saya bercerita panjang lebar tentang perkembangan keadaan di lingkungan dimana kami tinggal. Semula aku tidak begitu merespon, karena perkiraanku pasti itu-itu saja, gosip dan gosip. Bagi seorang laki-laki yang baru pulang kerja rasanya malas sekali mendengar cerita-cerita yang kurang menyenangkan hati... mendingan bermain sama anak-anakku.. begitulah pikirku.
Akan tetapi penggalan cerita-cerita istriku memaksaku untuk mendengarkan... banyak sekali ceritanya, tapi yang menyita perhatianku ada dua; yang pertama TENTANG SUAMI PEMBANTUKU YANG maaf CACAT... Iya, ternyata orang yang tiap hari membantu pekerjaan di rumahku benar-benar orang yang patut diperhatikan.. Suaminya cacat tetap yaitu buntung tangan sebelah akibat kecelakaan. Sehingga dengan keterbatasannya itu ia tidak bisa bekerja lagi sebagai sopir. Praktis yang mencari nafkah adalah istrinya, ya pembantuku itu. Sudah begitu mereka punya anak yang saat ini berhenti Sekolah...
Cerita kedua adalah, masih seputar kehidupan pembantu. Ada seorang pembantu yang aku sangat tahu kerja kerasnya... dengan penghasilan tidak lebih dari 400.000,-/ bulan, dengan suami yang pengangguran, dengan 2 Anak yang putus sekolah yang mereka tanggung, dengan beban sewa kontrakannya 200.000,- / bulan..... pertama hanya membuatku berucap "kasihan ya...."
Tapi Istriku menambahkan: "Sekarang Orang itu hamil..." aku bilang "terus kenapa? wajar kan ada suaminya"... Selanjutnya aku kaget dibuatnya, setelah istriku bilang bahwa Orang itu tidak sanggup menerima kehamilannya itu... dia benar-benar tidak menghendaki janin itu tumbuh menjadi bayi dan lahir... beberapa hari ini dia berusaha keras menggagalkan kehamilannya itu dengan mengkonsumsi makanan & minuman yang membahayakan. Minum soda dicampur obat-obatan, makan nanas yang berlebihan....
Masya Allah... Aku setengah berteriak: "Kenapa tidak kamu cegah..???" "Ssssst... Dia tidak ingin orang tahu..!!"
Aku bingung sekali harus berbuat apa...? apakah aku harus bilang kepada majikannya...? atau bagaimana... sampai detik ini aku bingung.
Dan Aku tahu bahwa ini harus dihentikan, sebelum terlambat....
Dan inilah sebenarnya menurut saya ujian keimanan kita,
Tidak usah jauh-jauh berjihad ke palestina, belumlah terpikir dulu membendung kristenisasi, belumlah dulu berfikir menyantuni Anak Yatim se kampung....
di depan mata kita, ada yang harus kita fikirkan, kita santuni...
Dan saya teringat Hadits Nabi:
- Tidak beriman seseorang, sebelum dia mncintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri...
- Tidak beriman seseorang, sebelum dai memuliakan tetangganya
Dan Allah berfirman: Dicap Pendusta Agama, apabila kita tidak memberi makan fakir miskin.. dan menolong mereka.
Astaghfirullah..
Wallohu a'lam bisshowab.
Film itu kembali teringat ketika istri saya bercerita panjang lebar tentang perkembangan keadaan di lingkungan dimana kami tinggal. Semula aku tidak begitu merespon, karena perkiraanku pasti itu-itu saja, gosip dan gosip. Bagi seorang laki-laki yang baru pulang kerja rasanya malas sekali mendengar cerita-cerita yang kurang menyenangkan hati... mendingan bermain sama anak-anakku.. begitulah pikirku.
Akan tetapi penggalan cerita-cerita istriku memaksaku untuk mendengarkan... banyak sekali ceritanya, tapi yang menyita perhatianku ada dua; yang pertama TENTANG SUAMI PEMBANTUKU YANG maaf CACAT... Iya, ternyata orang yang tiap hari membantu pekerjaan di rumahku benar-benar orang yang patut diperhatikan.. Suaminya cacat tetap yaitu buntung tangan sebelah akibat kecelakaan. Sehingga dengan keterbatasannya itu ia tidak bisa bekerja lagi sebagai sopir. Praktis yang mencari nafkah adalah istrinya, ya pembantuku itu. Sudah begitu mereka punya anak yang saat ini berhenti Sekolah...
Cerita kedua adalah, masih seputar kehidupan pembantu. Ada seorang pembantu yang aku sangat tahu kerja kerasnya... dengan penghasilan tidak lebih dari 400.000,-/ bulan, dengan suami yang pengangguran, dengan 2 Anak yang putus sekolah yang mereka tanggung, dengan beban sewa kontrakannya 200.000,- / bulan..... pertama hanya membuatku berucap "kasihan ya...."
Tapi Istriku menambahkan: "Sekarang Orang itu hamil..." aku bilang "terus kenapa? wajar kan ada suaminya"... Selanjutnya aku kaget dibuatnya, setelah istriku bilang bahwa Orang itu tidak sanggup menerima kehamilannya itu... dia benar-benar tidak menghendaki janin itu tumbuh menjadi bayi dan lahir... beberapa hari ini dia berusaha keras menggagalkan kehamilannya itu dengan mengkonsumsi makanan & minuman yang membahayakan. Minum soda dicampur obat-obatan, makan nanas yang berlebihan....
Masya Allah... Aku setengah berteriak: "Kenapa tidak kamu cegah..???" "Ssssst... Dia tidak ingin orang tahu..!!"
Aku bingung sekali harus berbuat apa...? apakah aku harus bilang kepada majikannya...? atau bagaimana... sampai detik ini aku bingung.
Dan Aku tahu bahwa ini harus dihentikan, sebelum terlambat....
Dan inilah sebenarnya menurut saya ujian keimanan kita,
Tidak usah jauh-jauh berjihad ke palestina, belumlah terpikir dulu membendung kristenisasi, belumlah dulu berfikir menyantuni Anak Yatim se kampung....
di depan mata kita, ada yang harus kita fikirkan, kita santuni...
Dan saya teringat Hadits Nabi:
- Tidak beriman seseorang, sebelum dia mncintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri...
- Tidak beriman seseorang, sebelum dai memuliakan tetangganya
Dan Allah berfirman: Dicap Pendusta Agama, apabila kita tidak memberi makan fakir miskin.. dan menolong mereka.
Astaghfirullah..
Wallohu a'lam bisshowab.
Langganan:
Postingan (Atom)