Entah kenapa, taktik Devide at impera, atau politik belah bambu... atau politik pecah belah ini masih ampuh dipakai sebagai penghancur masyarakat kita. Saat ini saya merasa bahwa taktik ini kembali digunakan, entah sengaja atau tidak sengaja dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Korbannya adalah lagi-lagi umat islam, yaitu diantara kelompok islam "garis keras", "moderat", "sekuler", dan "tradisional".... mereka semua bagian dari umat islam. Mohon maaf kalau saya tidak ikut-ikutan mengecam FPI karena pandangan saya seperti di atas tadi.
Yang juga saya rasakan isu yang berkembang justru melenceng dari isu besar semula yang sebagian besar masyarakat kita sedang memohon-mohon kepada pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM. Dalam hitungan jam sepertinya isu itu lenyap tak berbekas berganti dengan isu bentrokan yang terjadi antara anggota laskar islam / FPI di Monas Minggu, 1 juni lalu. Isu ini bergerak dengan cepat bergulung bagaikan bola salju menghantam pihak-pihak yang selama ini bersikap tegas terhadap Pemerintah, seperti Ormas-ormas islam yang katanya "foundamentalis". Mereka menuai kecaman, menuai tuntutan untuk dibubarkan dll, karena tidak sejalan dengan pandangan mainstream umat islam dengan keindonesiaannya.
Di beberapa media saya baca kondisi semakin memanas, kepada tingkat saling siaga, saling mengancam untuk melakukan tindakan kekerasan.
Dan yang saya sangat prihatinkan... Mereka semua saudaraku... muslim juga, muslim NU, muslim FPI...
Wahai para ulama' tidak Anda yang mulia tidak menyadari ini...?
Wahai Penguasa bertindaklah adil dan arif dalam menyikapi ini....
Wahai saudaraku...? lupakah kalian bahwa muslim itu bersaudara...?
Duduklah bersama... bukalah kembali Al-Quran-mu, hadits Nabimu... renungkanlah tanpa nafsumu...!!
Musuh kita bukan saudara kita sendiri... melainkan kafir penjajah yang telah membuat kita menderita!!
Ya Robb, satukan kembali hati kami, turunkan hidayah-Mu untu kami....
Berikan kepada kami pemimpin yang bisa menjadi wakil-Mu menjalankan aturan-Mu
meneruskan tugas kenabian, dan kepemimpinan menurut manhaj kenabian...
Amiiin......
Tampilkan postingan dengan label FIKIR-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIKIR-ku. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2008
Senin, 26 Mei 2008
AYO MAHASISWA, KAMU BISA!!!
Meminjam slogan sebuah produk minuman berenergi, sore ini saya menyemangati adik-adikku yang sedang berdemo di beberapa kampus di Indonesia. "AYO MAHASISWA...!! KAMU BISA!!!
Memang sampai sore ini 25 Mei 2008, Demo masih berlangsung di beberapa tempat, antara lain di UKI Cawang, di kampus UNHAS dll. Silahkan orang mau menyalahkan saya karena saya menyemangati mereka... ya karena yang mereka teriakkan adalah sebagian 'kebenaran' yaitu mengingatkan pemerintah agar kembali menurunkan harga BBM.
Berhasil atau tidak, Wallohua'lam hanya Allah yang tahu dan berkehendak...yang jelas mereka telah berihhtiar. Dan sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa punya peran penting dalam setiap perubahan di negeri ini.
Masih saya ingat 10 tahun yang lalu saya juga larut dalam demonstrasi meminta Pak Harto turun, menikmati kasur atap gedung DPR/MPR, hingga diusir di malam buta dipaksa keluar gedung rakyat tersebut. Terus terang momen kali ini kembali membakar semangat saya untuk ikut ambil bagian perjuangan tersebut, sayang... kesibukan mencari sesuap nasi hanya bisa memposisikan aku sebagai pengirim doa saja dan menuliskan kata2 simpatik sambil duduk enak di depan layar komputer.
Selain menyemangati, tentunya saya juga mengingatkan... bahwa yang kita tuntut hendaklah perubahan yang jelas, tidak sekedar turunnya harga BBM... dan masalah-masalah lainnya. Kita mesti belajar dari gerakan Reformasi - yang pada akhirnya sekarang hasilnya repotnasi... (ups..! tentu saja ini bukan salah mahasiswa & pemuda) mereka sudah mengentarkan kita ke gerbang... hanya pelaksana2-nya selanjutnya saja yang masih memiliki paradigma konsep yang sama.
Gerakan reformasi dulu terjebak pada "hanya turunnya pak harto" dan menuntut ditegakkannya demokrasi & kebebasan. Padahal justru tuntutan kedua inilah yang semakin membawa kita ke dalam jurang kebangkrutan. Karena kebebasan dilaksanakan tidak hanya dalam hal mengemukakan pendapat... kebebasan telah melegalkan kebebasan berekspresi... ekspresi apapun termasuk "ekspresi pornografi & pornoaksi", kebebasan 'merampok' hutan... dll (bersambung).
Memang sampai sore ini 25 Mei 2008, Demo masih berlangsung di beberapa tempat, antara lain di UKI Cawang, di kampus UNHAS dll. Silahkan orang mau menyalahkan saya karena saya menyemangati mereka... ya karena yang mereka teriakkan adalah sebagian 'kebenaran' yaitu mengingatkan pemerintah agar kembali menurunkan harga BBM.
Berhasil atau tidak, Wallohua'lam hanya Allah yang tahu dan berkehendak...yang jelas mereka telah berihhtiar. Dan sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa punya peran penting dalam setiap perubahan di negeri ini.
Masih saya ingat 10 tahun yang lalu saya juga larut dalam demonstrasi meminta Pak Harto turun, menikmati kasur atap gedung DPR/MPR, hingga diusir di malam buta dipaksa keluar gedung rakyat tersebut. Terus terang momen kali ini kembali membakar semangat saya untuk ikut ambil bagian perjuangan tersebut, sayang... kesibukan mencari sesuap nasi hanya bisa memposisikan aku sebagai pengirim doa saja dan menuliskan kata2 simpatik sambil duduk enak di depan layar komputer.
Selain menyemangati, tentunya saya juga mengingatkan... bahwa yang kita tuntut hendaklah perubahan yang jelas, tidak sekedar turunnya harga BBM... dan masalah-masalah lainnya. Kita mesti belajar dari gerakan Reformasi - yang pada akhirnya sekarang hasilnya repotnasi... (ups..! tentu saja ini bukan salah mahasiswa & pemuda) mereka sudah mengentarkan kita ke gerbang... hanya pelaksana2-nya selanjutnya saja yang masih memiliki paradigma konsep yang sama.
Gerakan reformasi dulu terjebak pada "hanya turunnya pak harto" dan menuntut ditegakkannya demokrasi & kebebasan. Padahal justru tuntutan kedua inilah yang semakin membawa kita ke dalam jurang kebangkrutan. Karena kebebasan dilaksanakan tidak hanya dalam hal mengemukakan pendapat... kebebasan telah melegalkan kebebasan berekspresi... ekspresi apapun termasuk "ekspresi pornografi & pornoaksi", kebebasan 'merampok' hutan... dll (bersambung).
Senin, 03 Maret 2008
‘REVOLUSI SOSIAL’
Menarik sekali untuk saya sampaikan di sini tentang percakapan malam minggu kemaren. Dalam sebuah acara kumpul warga satu RT kami sempat ngobrol tentang berita2 yang terjadi di tanah air tercinta akhir-akhir ini.
Mulai dari masalah PLN yang mau naik, dengan segala programnya yang sepertinya makin menyulitkan kita saja. Juga tentang harga premium, yang juga mau naik jadi Rp.8000,-, juga dengan program smart card-nya yang katanya satu orang pengendara motor hanya boleh membeli 1 liter sehari… Huh! tidak masuk akal…, bagaimana dengan teman saya yang bekerja seharian dengan motor keliling Jabotabek…?
Ada juga obrolan tentang, kelaparan yang terjadi di sulawesi, seorang ibu dengan 2 anaknya meninggal gara-gara 3 hari tidak makan…, innalillah, astaghfirulah…
Ternyata masih ada rakyat kita yang mati kelaparan, bahkan jumlahnya ksusnya makin bertambah… setelah 63 tahun merdeka. Di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini, di negeri yang katanya bagaikan potongan surga di dunia ini… di negeri yang rakyat & pemimpinnya agamis, berbudaya gotong royong dan tolong menolong ternyata lagi-lagi ada rakyat yang mati kelaparan.
Dan yang sangat membuat kita geram, tidak ada komentar apapun dari pemimpin pujaan kita itu… beliau diam seribu bahasa untuk hal2 yang seperti ini, malah kata2 menyakitkan keluar dari mulut penguasa setempat… “Tidak ada kasus kelaparan di kabupaten saya…” seperti biasa. Lalu mereka yang mati itu rakyat siapa Pak Bupati…? rakyatmu atau hanya binatang…?
Belum selang 24 jam kami ngobrol…, besok sorenya hari Minggu, ada lagi berita yang mengejutkan… seorang Jaksa tertangkap tangan sedang bertransaksi menerima uang 6 Milyar dari seorang Pengemplang uang rakyat (Kasus BLBI) yang jumlahnya puluhan trilyun rupiah. Dugaan kuat sementara adalah uang itu merupakan suap untuk penutupan kasus BLBI konglomerat hitam tersebut, Wallohu a’lam.
Hmmm…., Pantas saja negeri ini makin lama makin terpuruk, bencana tiada henti, sepertinya tiada berkah lagi turun dari langit, yang ada bencana dan bencana… serta cobaan2 yang bertubi-tubi, Karena faktanya penguasa2 kita kelakuannya seperti itu… yang terasa oleh kita hanya selalu menyengsarakan rakyat bawah, dengan berbagai kebijakan yang menekan, kemudian aparatnya dipenuhi dengan para penipu, koruptor dan orang2 licik serta rakus… naudzu billah.
Pantas saja, kemaren sahabat saya yang sabar dan pendiam saja sempat melontarkan kata-kata pamungkasnya…”REVOLUSI SOSIAL saja!!” yah.. revolusi sosial katanya… Saya tidak bisa membayangkan, jika ini sudah diucapkan 10 juta rakyat Indonesia saja. Tapi ya itu lah… mungkin sebagian rakyat memang sudah benar2 muntah melihat kondisi negeri ini.
Ya robb, berikan petunjuk padaku, pada kami dan pada pemimpin2 kami agar kembali kepadamu, kembali patuh kepada aturan2-Mu, sehingga tak segan2 Engkau curahkan berkah-Mu dari langit dan bumi.
Wallahu a’lam
Haris
Mulai dari masalah PLN yang mau naik, dengan segala programnya yang sepertinya makin menyulitkan kita saja. Juga tentang harga premium, yang juga mau naik jadi Rp.8000,-, juga dengan program smart card-nya yang katanya satu orang pengendara motor hanya boleh membeli 1 liter sehari… Huh! tidak masuk akal…, bagaimana dengan teman saya yang bekerja seharian dengan motor keliling Jabotabek…?
Ada juga obrolan tentang, kelaparan yang terjadi di sulawesi, seorang ibu dengan 2 anaknya meninggal gara-gara 3 hari tidak makan…, innalillah, astaghfirulah…
Ternyata masih ada rakyat kita yang mati kelaparan, bahkan jumlahnya ksusnya makin bertambah… setelah 63 tahun merdeka. Di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini, di negeri yang katanya bagaikan potongan surga di dunia ini… di negeri yang rakyat & pemimpinnya agamis, berbudaya gotong royong dan tolong menolong ternyata lagi-lagi ada rakyat yang mati kelaparan.
Dan yang sangat membuat kita geram, tidak ada komentar apapun dari pemimpin pujaan kita itu… beliau diam seribu bahasa untuk hal2 yang seperti ini, malah kata2 menyakitkan keluar dari mulut penguasa setempat… “Tidak ada kasus kelaparan di kabupaten saya…” seperti biasa. Lalu mereka yang mati itu rakyat siapa Pak Bupati…? rakyatmu atau hanya binatang…?
Belum selang 24 jam kami ngobrol…, besok sorenya hari Minggu, ada lagi berita yang mengejutkan… seorang Jaksa tertangkap tangan sedang bertransaksi menerima uang 6 Milyar dari seorang Pengemplang uang rakyat (Kasus BLBI) yang jumlahnya puluhan trilyun rupiah. Dugaan kuat sementara adalah uang itu merupakan suap untuk penutupan kasus BLBI konglomerat hitam tersebut, Wallohu a’lam.
Hmmm…., Pantas saja negeri ini makin lama makin terpuruk, bencana tiada henti, sepertinya tiada berkah lagi turun dari langit, yang ada bencana dan bencana… serta cobaan2 yang bertubi-tubi, Karena faktanya penguasa2 kita kelakuannya seperti itu… yang terasa oleh kita hanya selalu menyengsarakan rakyat bawah, dengan berbagai kebijakan yang menekan, kemudian aparatnya dipenuhi dengan para penipu, koruptor dan orang2 licik serta rakus… naudzu billah.
Pantas saja, kemaren sahabat saya yang sabar dan pendiam saja sempat melontarkan kata-kata pamungkasnya…”REVOLUSI SOSIAL saja!!” yah.. revolusi sosial katanya… Saya tidak bisa membayangkan, jika ini sudah diucapkan 10 juta rakyat Indonesia saja. Tapi ya itu lah… mungkin sebagian rakyat memang sudah benar2 muntah melihat kondisi negeri ini.
Ya robb, berikan petunjuk padaku, pada kami dan pada pemimpin2 kami agar kembali kepadamu, kembali patuh kepada aturan2-Mu, sehingga tak segan2 Engkau curahkan berkah-Mu dari langit dan bumi.
Wallahu a’lam
Haris
Kamis, 21 Februari 2008
GARA2 DEMO TUKANG SOTO...
Dasar hedonis, maunya memuaskan nafsu pribadi saja, Ya..., nafsu makan.
Siang tadi karena kepinginnya sudah dari 2 minggu, pas waktu istirahat siang dari kantor aku bela-belain naik angkot menuju warteg yang juga menjual SOTO BETAWI. warung ini sudah beberapa tahun aku tidak kunjungi, hmmm... kangen rasanya membayangkan soto dagingnya yang mak nyusss....
Sampe di warung, tanpa ba bi bu... aku langsung mendekati Bu Ika (Pemilik Warteg tsb).
"Bu soto daging satu...!"
Bu ika menoleh sambil tersenyum,
"Daging nya lagi gak jual mas..., lagi demo nih..."
"Haaah...!!???" aku kaget ".. demo..? emang kenapa bu..?"
"Tau, daging lagi mahal banget...!"
"Ya sudah, soto ayam saja..."
Sambil duduk menunggu soto ayam aku nggak habis pikir... apa-apa kok makin mahal... nggak yang komoditi murahan, nggak yang komoditi mahalan... semuanya naik.
Dari mulai kedelai, beras, daging, BBM... semuanya-semuanya.....
pantes aja makin banyak orang putus asa, pantes aja makin banyak maling...
curanmor... hehhe ada hubungannya nggak ya....?
Ya robb, bimbinglah para pemimpin kami supaya bisa menjadi pelayan rakyatnya menuju kesejahteraan dan berkah Allah SWT. amiin
Siang tadi karena kepinginnya sudah dari 2 minggu, pas waktu istirahat siang dari kantor aku bela-belain naik angkot menuju warteg yang juga menjual SOTO BETAWI. warung ini sudah beberapa tahun aku tidak kunjungi, hmmm... kangen rasanya membayangkan soto dagingnya yang mak nyusss....
Sampe di warung, tanpa ba bi bu... aku langsung mendekati Bu Ika (Pemilik Warteg tsb).
"Bu soto daging satu...!"
Bu ika menoleh sambil tersenyum,
"Daging nya lagi gak jual mas..., lagi demo nih..."
"Haaah...!!???" aku kaget ".. demo..? emang kenapa bu..?"
"Tau, daging lagi mahal banget...!"
"Ya sudah, soto ayam saja..."
Sambil duduk menunggu soto ayam aku nggak habis pikir... apa-apa kok makin mahal... nggak yang komoditi murahan, nggak yang komoditi mahalan... semuanya naik.
Dari mulai kedelai, beras, daging, BBM... semuanya-semuanya.....
pantes aja makin banyak orang putus asa, pantes aja makin banyak maling...
curanmor... hehhe ada hubungannya nggak ya....?
Ya robb, bimbinglah para pemimpin kami supaya bisa menjadi pelayan rakyatnya menuju kesejahteraan dan berkah Allah SWT. amiin
Rabu, 20 Februari 2008
MENUNGGU KA'BAH DIHANCURKAN..?
Siang ini dengan perasaan yang tidak jelas aku susun E-mail dengan mengkopi paste berita2 dari detik.com dan eramuslim.com, isinya adalah seputar Demo umat islam mengecam kembali ditayangkannya Karikatur/kartun Nabi Muhammad di 13 media cetak Denmark dan 3 media cetak Eropa.
Saya katakan 'perasaan tidak jelas' karena memang tidak jelaslah perasaan-ku, mau marah.. marah pada siapa? mau kecewa, kecewa pada siapa? mau ngamuk, apa yang diamuk... mau diam, memang diam walau hati bergemuruh....
Bgaimana tidak, sudah tak terhitung Manusia Termulya itu dihinakan..., dan rupanya itu tidak berhenti, Cobalah Anda search di Yahoo.com atau google dan ketik 'Prophet Muhammad', maka akan Anda temukan kartun2 tayangan Jyland Posten banyak sekali, tidak hanya gambar biasa, ternyata di sana Karikatur itu dibuat T-Shirt dan dengan bangga dipakai mereka (laknatuLlah..).
Dan tidak sekedar gambar, disisi lain Aqidah kita juga terus dinodai dengan aliran2 sesat... orang2 yang mangaku nabi, dll. Yang lebih menyedihkan, dibeberapa belahan negeri muslim yang lain... umat islam, umat yang sangat dicintai oleh Muhammad itu... dibantai dengan keji setiap hari, muslimah2 yang suci diperkosa, anak-anak jadi korban keganasan mortir dan senjata para kafir yahudi Israel dan Amerika...
Dan apa yang aku perbuat...? tidak ada...
Aku hanya disibukkan dengan berangkat pagi dan pulang petang untuk mengais gaji yang tidak seberapa, aku terlena dengan tanyangan sinetron, Kontes Mamamia, kontes Dangdut ngebor, tertawa terpingkal2 menonton Tukul 4 mata... dan lain sebagainya. Sesekali hanyut dalam tahajud & dzikir egoisku di malam buta... merasa diri paling dekat dengan Allah, tanpa terucap dan terfikir nasib umat kecintaan Muhammad.
Wahai aku... wahai saudaraku. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara membangkitkan ghirohku ini, bagaimana membangkitkan kecintaanku kepada agama ini, bagaimana menjadikan perasaan ini menjadi peka... dan membuat kita berbuat walaupun sedikit...
Kadang aku berfikir..., apakah kita mesti menunggu KA'BAH dihancurkan, sehingga kita bisa bangkit... bangkit lebih mencintai kematian di jalan Allah daripada kehidupan yang dihinakan.
Wallahu a'lam.
Haris
Saya katakan 'perasaan tidak jelas' karena memang tidak jelaslah perasaan-ku, mau marah.. marah pada siapa? mau kecewa, kecewa pada siapa? mau ngamuk, apa yang diamuk... mau diam, memang diam walau hati bergemuruh....
Bgaimana tidak, sudah tak terhitung Manusia Termulya itu dihinakan..., dan rupanya itu tidak berhenti, Cobalah Anda search di Yahoo.com atau google dan ketik 'Prophet Muhammad', maka akan Anda temukan kartun2 tayangan Jyland Posten banyak sekali, tidak hanya gambar biasa, ternyata di sana Karikatur itu dibuat T-Shirt dan dengan bangga dipakai mereka (laknatuLlah..).
Dan tidak sekedar gambar, disisi lain Aqidah kita juga terus dinodai dengan aliran2 sesat... orang2 yang mangaku nabi, dll. Yang lebih menyedihkan, dibeberapa belahan negeri muslim yang lain... umat islam, umat yang sangat dicintai oleh Muhammad itu... dibantai dengan keji setiap hari, muslimah2 yang suci diperkosa, anak-anak jadi korban keganasan mortir dan senjata para kafir yahudi Israel dan Amerika...
Dan apa yang aku perbuat...? tidak ada...
Aku hanya disibukkan dengan berangkat pagi dan pulang petang untuk mengais gaji yang tidak seberapa, aku terlena dengan tanyangan sinetron, Kontes Mamamia, kontes Dangdut ngebor, tertawa terpingkal2 menonton Tukul 4 mata... dan lain sebagainya. Sesekali hanyut dalam tahajud & dzikir egoisku di malam buta... merasa diri paling dekat dengan Allah, tanpa terucap dan terfikir nasib umat kecintaan Muhammad.
Wahai aku... wahai saudaraku. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara membangkitkan ghirohku ini, bagaimana membangkitkan kecintaanku kepada agama ini, bagaimana menjadikan perasaan ini menjadi peka... dan membuat kita berbuat walaupun sedikit...
Kadang aku berfikir..., apakah kita mesti menunggu KA'BAH dihancurkan, sehingga kita bisa bangkit... bangkit lebih mencintai kematian di jalan Allah daripada kehidupan yang dihinakan.
Wallahu a'lam.
Haris
Rabu, 12 Desember 2007
GLOBAL WARMING, dalam ocehan anak saya

Sebuah analisa pribadi.
By: Haris
Waktu saya menulis topik ini, hajatan akbar dunia yang bernama UNCCC (United Nation Climate Change Conference) di Bali belumlah berakhir. Serangkaian agenda masih terus berlangsung, mulai dari seminar, diskusi, klausul-klausul sampai dengan "seremoni" tanam pohon dll tampak menghiasi layar kaca kita.
Berbagai dialog dan liputan-pun digelar oleh berbagai stasiun TV. Sampai suatu sore, baru saja aku masuk rumah selepas pulang kerja anak saya sudah memberondong pembicaraan dengan topik Pemanasan Global, terlalu dini sebenarnya untuk anak seumuran dia membicarakan ini. Tapi itulah anak saya, mungkin karena terbiasa mengikuti pola nonton TV saya dan istri yang sering nonton TV hanya pada acara2 yang penting saja, semisal berita, tayangan lain kalo nggak benar2 bermutu / bagus kami malas menonton. Maklum saja, TV kita sudah seperti sampah yang setiap hari berisi hal-hal yang justru merusak karakter kita, mulai dari kekerasan, maksiat, Pornografi, pornoaksi... dll.
Kembali ke anak saya. Sambil melepas sepatu, anakku yang baru berusia 7 tahun itu berkata: "Pak, pak... aku takut sekali lho sama pemanasan global.." Aku tersenyum, lalu balik bertanya: "Emang apaan pemanasan global, tahu dari mana?" dengan tetap mengacuhkannya. "Dari TV, tadi ada di TV pemananasan globa itu bahaya... bisa jadi banyak gunung meletus, gempa bumi, badai, angin puting beliung, banjir.... malah katanya di jakarta deket mas rafi air lautnya sudah meluap".terangnya panjang lebar. "Tapi kita kan nggak kena" kataku. "Lama-lama bisa kena juga Pak... makanya kita nggak usah pake kulkas sama AC aja.., katanya itu juga bikin pemanasan Global... ya pah, copot aja tuh AC-nya.. aku takuuut.." "Tar kepanasan..?" sahutku santai. "Nggak apa-apa, kita pake kipas aja..." Aku menuju kamar sambil tersenyum ke Istriku... Istriku juga mengerti dan geli melihat tingkah anakku.
Sampai malam, rupanya anakku masih kepikiran dengan efek pemanasan global... Aku semakin sadar ketika biasanya menjelang Tidur ia Sholat Isya' sekenanya, kali ini agak lain... Sholatnya agak serius... dan setelah itu berdoa sambil matanya menahan air mata. Aku dekati dia, "Sudahlah Nak, memang pada suatu saat bumi ini akan hancur, entah oleh pemanasan global enath oleh sebab lain, itulah yang dinamakan kiamat, dan kita semua akan mati... yang terpenting adalah setelah mati kita mesti berada dimana? di surga atau neraka...? Kalo pengen di surga kita mesti hidup bener, rajin ibadah... jauhi perbuatan jelek.. ya.., sudah bobo' sana..." Dia menuju kamarnya... setelah lelap, tiba-tiba dia bangun dan menangis... sambil berkata "takuut... takuuut"... Hehehe rupanya pemanasan Global itu terbawa mimpi olehnya.
Pembaca.., petikan di atas benar2 terjadi dalam keluarga saya.
Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah kita yang dewasa juga benar-benar takut seperti anak saya menghadapi Global Warming tsb..? Apakah Pemimpin-pemimpin bangsa yang punya kuasa yang sedang berkumpul di Bali itu benar-benar mencurahkan pemikiranya ttg Global Warming itu sampai terbawa mimpi seperti anak saya..?
Saya yakin tidak.
Sebab kalo iya, bukan sekarang mereka baru membicarakanya... melainkan berpuluh-puluh tahun yang lalu mereka sudah berbuat, karena saya yakin mereka ribuan kali lebih pinter dari anak saya. Dan yang paling penting dari petikan cerita anak saya adalah.. maukah mereka memutuskan untuk segera membuang jauh2 apa yang mereka sengangi seperti anak saya yang ingin segera mencopot AC dan membuang kulkas di rumah....
Sekali lagi saya yaki tidak...
Yang ada hanyalah himbauan untuk sekedar berhemat, yang ada hanyalah "pura-pura" menanam, sementara bersamaan dengan itu mereka membiarkan kerusakan bumi menjadi-jadi. Membiarkan "pembangunan" liar tanpa memperhatikan lingkungan lagi. Membiarkan bahkan melindungi perampok hutan dengan topeng sehelai surat ijin HPH...
Aduh kok jadi emosi begini ya pembaca... ya sudah lah, saya yakin pembaca juga tahu arah pembicaraan saya.
Darpada ngelantur mendingan saya sudahi, lain kali disambung. Tks.
Jumat, 07 Desember 2007
QURBAN, Menyembelih Sifat Hewani Kita
QURBAN, Menyembelih Sifat Hewani Kita
Sebuah perspektif pribadi
By; Haris
Beberapa hari lagi kita merayakan Hari Raya Iedul Adha, Jamaah Haji sudah banyak yang berangkat ke tanah suci, tanah impian bagi kita semua. Mungkin tinggal yang Jamaah Haji Plus atau ONH Plus yang belum berangkat. Karena memang Orang-orang plus ini mengambil rukunnya saja dalam menjalankan ibadah haji... jadi praktis mereka berangkat paling terakhir dan pulang paling duluan. Kondisi & fasilitasnya pasti juga lain dengan jamaah Haji biasa, menginap di Hotel Bintang 5 atau 4 minimal, kemana2 diantar dengan mobil Hotel... Pokoknya serba wah dan VVIP.
Sementara bersamaan dengan itu kaum muslimin yang mampu di tanah air sudah mulai keliling2 mencari hewan untuk berqurban nanti di hari Iedul Adha. Jakarta dan sekitarnyapun sedikit berubah wajah, Jadi banyak kebun binatang dadakan disana-sini.. bau Jakarta yang sebelumnya cuma bau selokan dan sampah pun makin menyengat ditambah bau apek dan pesing-nya kotoran sapi dan kambing.
Membicarakan tentang Qurban, mungkin kita sudah sama-sama faham, bahwa Qurban adalah sebagai salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya yang teramat banyak. Selain juga sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah. Qurban berasal dari bahasa arab QOROBA = dekat, dan QURBAN sebagai gerund atau kata kerja yang dibendakan jadi berarti Pendekatan, atau upaya pendekatan kepada Allah.
Hari-hari mendekati Idul Adha juga sudah berseliweran mail box sya tentang kisah-kisah yang menyentuh iman kita dimana banyak drama kegigihan seorang hamba dalam melaksanakan cita-cita Qurban. Ada kisah seorang nenek tua yang tidak pernah absen berQurban walau hidup serba kekurangan, sehari dia menabung 3000 perak dari hasil pekerjaan tanganya membuat sapu lidi. Ada yang membongkar 'celengannya'yang sebenarnya buat pendaftaran sekolah anaknya di bulan Juni nanti, dan lain sebagainya.
Memang kalau kita hitung-hitung amatlah wajar apa yang mereka perbuat. Sebab memang Qurban bukanlah ibadah yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan biaya kita berbuka puasa di bulan Romadhon, masih agak ringan dibanding biaya mudik lebaran... apalagi dibanding naik haji yang sangat mahal itu. Masalahnya adalah Ibadah ini jarang kita siapkan di jauh-jauh hari, di bulan Muharam misalnya... Qurban baru teringat ketika kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah.. dan sangat berat mengumpulkan dalam waktu uang sebanyak itu untuk membeli seekor kambing. Dan yang terjadi hati kita berkata: "InsyaAllah tahun depan saya akan berqurban"...
Menyembelih Sifat Hewani Kita.
Kata Ustadz dimana aku sering bertanya, Dia punya perspektif lain dalam memahami makna qurban. Selain sebagai rasa syukur dan pendekatan kepada Allah, Qurban juga dimaknai sebagai sebuah symbol penyembelihan sifat hewani kita> ...>
Memang sering membingungkan Ustadz ini. Iya, katanya lagi Puasa Romadhon & bersilaturrahmi di Idul Fitri sering tidak cukup membuat kita berubah, kita selalu kembali ke sifat, sikap dan karakter lama kita, yakni kembali seenaknya dalam hidup, tidak mau ambil pusing urusan orang lain walau orang lain menahan lapar dan hampir mati, sikat sana fitnah sini, seruduk sana tabrak sini, mengaum berteriak-teriak lantang membicarakan aib saudaranya... Pendeknya kita tak ubahnya seberti binatang ternak yang hina.
Eit jangan marah teman, itu bukan saja kata Ustadz saya lho, di Qur> '> annya juga ada.. tapi aku nggak hafal ayatnya.
Maka Qurban kembali datang mengingatkan kita kepada siapa saja, bahwa Dimulai Iedul Adha tahun ini, mari kita sembelih sifat-sifat binatang kita, mari kita buang jauh-jauh karakter hewani kita. Dan kembali pada fitrah mulia kita yakni FII AHSANI TAQWIIM... sebaik-baik penciptaan Allah.
"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Kemudian kami merubahnya menjadi derajat yang paling rendah. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ... maka banginya pahala..." ila akhiri ayat (At-Tiin)
Wallohu a'lam.
Sebuah perspektif pribadi
By; Haris
Beberapa hari lagi kita merayakan Hari Raya Iedul Adha, Jamaah Haji sudah banyak yang berangkat ke tanah suci, tanah impian bagi kita semua. Mungkin tinggal yang Jamaah Haji Plus atau ONH Plus yang belum berangkat. Karena memang Orang-orang plus ini mengambil rukunnya saja dalam menjalankan ibadah haji... jadi praktis mereka berangkat paling terakhir dan pulang paling duluan. Kondisi & fasilitasnya pasti juga lain dengan jamaah Haji biasa, menginap di Hotel Bintang 5 atau 4 minimal, kemana2 diantar dengan mobil Hotel... Pokoknya serba wah dan VVIP.
Sementara bersamaan dengan itu kaum muslimin yang mampu di tanah air sudah mulai keliling2 mencari hewan untuk berqurban nanti di hari Iedul Adha. Jakarta dan sekitarnyapun sedikit berubah wajah, Jadi banyak kebun binatang dadakan disana-sini.. bau Jakarta yang sebelumnya cuma bau selokan dan sampah pun makin menyengat ditambah bau apek dan pesing-nya kotoran sapi dan kambing.
Membicarakan tentang Qurban, mungkin kita sudah sama-sama faham, bahwa Qurban adalah sebagai salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya yang teramat banyak. Selain juga sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah. Qurban berasal dari bahasa arab QOROBA = dekat, dan QURBAN sebagai gerund atau kata kerja yang dibendakan jadi berarti Pendekatan, atau upaya pendekatan kepada Allah.
Hari-hari mendekati Idul Adha juga sudah berseliweran mail box sya tentang kisah-kisah yang menyentuh iman kita dimana banyak drama kegigihan seorang hamba dalam melaksanakan cita-cita Qurban. Ada kisah seorang nenek tua yang tidak pernah absen berQurban walau hidup serba kekurangan, sehari dia menabung 3000 perak dari hasil pekerjaan tanganya membuat sapu lidi. Ada yang membongkar 'celengannya'yang sebenarnya buat pendaftaran sekolah anaknya di bulan Juni nanti, dan lain sebagainya.
Memang kalau kita hitung-hitung amatlah wajar apa yang mereka perbuat. Sebab memang Qurban bukanlah ibadah yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan biaya kita berbuka puasa di bulan Romadhon, masih agak ringan dibanding biaya mudik lebaran... apalagi dibanding naik haji yang sangat mahal itu. Masalahnya adalah Ibadah ini jarang kita siapkan di jauh-jauh hari, di bulan Muharam misalnya... Qurban baru teringat ketika kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah.. dan sangat berat mengumpulkan dalam waktu uang sebanyak itu untuk membeli seekor kambing. Dan yang terjadi hati kita berkata: "InsyaAllah tahun depan saya akan berqurban"...
Menyembelih Sifat Hewani Kita.
Kata Ustadz dimana aku sering bertanya, Dia punya perspektif lain dalam memahami makna qurban. Selain sebagai rasa syukur dan pendekatan kepada Allah, Qurban juga dimaknai sebagai sebuah symbol penyembelihan sifat hewani kita> ...>
Memang sering membingungkan Ustadz ini. Iya, katanya lagi Puasa Romadhon & bersilaturrahmi di Idul Fitri sering tidak cukup membuat kita berubah, kita selalu kembali ke sifat, sikap dan karakter lama kita, yakni kembali seenaknya dalam hidup, tidak mau ambil pusing urusan orang lain walau orang lain menahan lapar dan hampir mati, sikat sana fitnah sini, seruduk sana tabrak sini, mengaum berteriak-teriak lantang membicarakan aib saudaranya... Pendeknya kita tak ubahnya seberti binatang ternak yang hina.
Eit jangan marah teman, itu bukan saja kata Ustadz saya lho, di Qur> '> annya juga ada.. tapi aku nggak hafal ayatnya.
Maka Qurban kembali datang mengingatkan kita kepada siapa saja, bahwa Dimulai Iedul Adha tahun ini, mari kita sembelih sifat-sifat binatang kita, mari kita buang jauh-jauh karakter hewani kita. Dan kembali pada fitrah mulia kita yakni FII AHSANI TAQWIIM... sebaik-baik penciptaan Allah.
"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Kemudian kami merubahnya menjadi derajat yang paling rendah. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ... maka banginya pahala..." ila akhiri ayat (At-Tiin)
Wallohu a'lam.
Kamis, 22 November 2007
KITA INI JUGA 'SESAT'..??
Sembari menyiapkan diri berangkat ke kantor, pagi ini aku sempatkan nonton berita di TRANS 7 & TRANS TV yang dikemas dan dibawakan secara santai oleh masing-masing aktor & aktris kondang.
Di dua acara yang berbeda jam tayang itu ternyata ada 2 berita yang sama persis, yakni tentang ALIRAN SESAT... yang beberapa minggu sebelumnya sempat nangkring di posisi jawara... hehe kayak lagu aja, maksudnya sempat menjadi top news di berbagai media. Kita masih ingat betapa geregetannya kita melihat--maaf sebut nama Ahmad Mussadeq Al-Maw'ud.. (sory pak Ahmad ya kalo salah spell Namanya..) dengan ujug-ujug, atau tiba-tiba mengaku Rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW.
Berbagai reaksi timbul di Masyarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, yang di lingkungan orang awam karena kapasitasnya hanya bisa marah dan 'nggebugin', ya segera saja gedebag gedebug nggebugin anggota jamaah Musadeq tersebut yang rata-rata ngeyel dengan keyakinannya tsb.
Sementara di tingkat Aparat Keamanan dan MUI juga bereaksi, sampai pada akhirnya dalam hitungan hari Pak "Rasul" itu memproklamirkan dirinya bertobat dan mencopot gelar Rosulnya sendiri yang dulunya dipasangkan sendiri juga.
Seketika itu, suasana dalam "Dunia Berita" maupun masayarakat kembali tenang... dan kembali berpusing-pusing dengan pemberitaan2 lain yang tak kalah bikin puyeng juga. Diantaranya berita Vonis Bebasnya pencuri hutan Adelin Lies, Penculikan, Ricuhnya PILKADAL..., Naiknya Pertamax yang diam-diam.., Dugaan-dugaan korupsi yang makin memperbanyak daftar terdakwa saja... dan ratusan berita lainnya yang Whhhuueeeek!! bikin muntah kalo dilihat dan difikir...
Kembali ke aliran sesat... tentu saja reaksi spontan pemikiran saya pagi tadi, yang mencoba aku ingat-ingat pada saat menulis posting ini.
Terus terang sebagai orang awam aku belum berani menjustifikasi terhadap aliran manapun atau kelompok manapun... kecuali yang jelas2 bukan seagama kali ya... karena kedangkalan ilmu saya kali ya. Yang mwngusik pikiran saya adalah Bgaimanakah kategori "SESAT" menurut yang sebenarnya... tentu saja menurut Allah SWT, bukan menurut kelompok kita, bukan menurut MUI (dengan tidak mengurangi rasa hormat..), dan yang jelas bukan menurut kepentingan apapun kecuali kebenaran.
Sebab yang bikin saya heran siapapun bisa "ikut-ikutan" mengatakan si ini sesat si itu sesat... tapi meraka jarang bisa berkata... aku sesat atau tersesat... dan harus segera memperbaiki diri supaya tidak sesat. Arah pemikiran saya adalah mengapa sesat dimaknai begitu sempit dan tidak substansial, artinya orang dicap sesat hanya ketika dia "menyatakan" diri berbeda dari mainstream keyakinan yang ada. Bukan penilaian itu dialamatkan kepada sebuah "tindakan" orang / kelompok yang mungkin menurut saya jelas-jelas menentang Allah... yang pastinya juga sesat...
Hehehee..... Pembaca pasti bingung ya menangkap arah tulisan saya... maklum baru latihan, jadi kalo nggak enak pasti... isinya kosong... mungkin.
Kongkritnya adalah begini, saya ingin memaknai SESAT (DZOLAL) dan TIDAK SESAT secara lebih luas, karena menurut saya Sesat itu bisa diartikan dengan dosa atau pelanggatran apapun walau itu sangat kecil terhadap aturan-aturan Allah, sedang tidak sesat adalah Hudan / Hidayah yang pada prakteknya manusia selalu dalam koridor keinginan Allah menurut Qur'an & Sunnahnya...
Jadi singkatnya, kalau kita lagi malas melaksanakan ibadah-ibadah wajib... menurut saya ya SESAT juga, misalkan kita melalaikan Sholat, Tidak peduli dengan Fakir Miskin, Tidak mau berhukum dari Allah secara total, dll... Juga berkoar-koar mengatakan / atau mencap sesat orang lain sementara dia tidak menutup aurat sebagaimana aturan Allah.... Maka dari itu mari dengan kerendahan hati sama-sama kita berkata "SAYA SESAT". Dan kalau itu sudah menjadi kebiasaan kita bahkan sudah kita anggap benar "pelanggaran2" kita itu... maka jangan malu-malu kita akui kita telah BERALIRAN SESAT... bahkan mungkin BERIDEOLOGI SESAT...
Sekali lagi maaf, mohon pembaca tidak tersinggung... anggap saja saya berbicara dengan diri saya sendiri... Karena sebenarnya kalo kita mau merenung bahwa Allah juga selalu mengingatkan bahwa kita adalah mahluk yang tidak jauh dari kesesatan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari. Makanya Allah juga mengajarkan kepada kita untuk setiap kali berdo'a: "ROBBANAA DZOLLAMNAA ANGFUSANAA WAINLAM TAGHFIRLANAA WATARHAMNAA LANAKUUNANNAA MINAL KHOOSIRIIN". Ya rob, sesunggungnya kami telah SESAT, dan jika engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami termasuk golongan orang yang rugi...
Nah, ternyata ngaku SESAT juga kan kita...? eh maaf saya...
Wallohu a'lam bishowwab.
Haris
Di dua acara yang berbeda jam tayang itu ternyata ada 2 berita yang sama persis, yakni tentang ALIRAN SESAT... yang beberapa minggu sebelumnya sempat nangkring di posisi jawara... hehe kayak lagu aja, maksudnya sempat menjadi top news di berbagai media. Kita masih ingat betapa geregetannya kita melihat--maaf sebut nama Ahmad Mussadeq Al-Maw'ud.. (sory pak Ahmad ya kalo salah spell Namanya..) dengan ujug-ujug, atau tiba-tiba mengaku Rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW.
Berbagai reaksi timbul di Masyarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, yang di lingkungan orang awam karena kapasitasnya hanya bisa marah dan 'nggebugin', ya segera saja gedebag gedebug nggebugin anggota jamaah Musadeq tersebut yang rata-rata ngeyel dengan keyakinannya tsb.
Sementara di tingkat Aparat Keamanan dan MUI juga bereaksi, sampai pada akhirnya dalam hitungan hari Pak "Rasul" itu memproklamirkan dirinya bertobat dan mencopot gelar Rosulnya sendiri yang dulunya dipasangkan sendiri juga.
Seketika itu, suasana dalam "Dunia Berita" maupun masayarakat kembali tenang... dan kembali berpusing-pusing dengan pemberitaan2 lain yang tak kalah bikin puyeng juga. Diantaranya berita Vonis Bebasnya pencuri hutan Adelin Lies, Penculikan, Ricuhnya PILKADAL..., Naiknya Pertamax yang diam-diam.., Dugaan-dugaan korupsi yang makin memperbanyak daftar terdakwa saja... dan ratusan berita lainnya yang Whhhuueeeek!! bikin muntah kalo dilihat dan difikir...
Kembali ke aliran sesat... tentu saja reaksi spontan pemikiran saya pagi tadi, yang mencoba aku ingat-ingat pada saat menulis posting ini.
Terus terang sebagai orang awam aku belum berani menjustifikasi terhadap aliran manapun atau kelompok manapun... kecuali yang jelas2 bukan seagama kali ya... karena kedangkalan ilmu saya kali ya. Yang mwngusik pikiran saya adalah Bgaimanakah kategori "SESAT" menurut yang sebenarnya... tentu saja menurut Allah SWT, bukan menurut kelompok kita, bukan menurut MUI (dengan tidak mengurangi rasa hormat..), dan yang jelas bukan menurut kepentingan apapun kecuali kebenaran.
Sebab yang bikin saya heran siapapun bisa "ikut-ikutan" mengatakan si ini sesat si itu sesat... tapi meraka jarang bisa berkata... aku sesat atau tersesat... dan harus segera memperbaiki diri supaya tidak sesat. Arah pemikiran saya adalah mengapa sesat dimaknai begitu sempit dan tidak substansial, artinya orang dicap sesat hanya ketika dia "menyatakan" diri berbeda dari mainstream keyakinan yang ada. Bukan penilaian itu dialamatkan kepada sebuah "tindakan" orang / kelompok yang mungkin menurut saya jelas-jelas menentang Allah... yang pastinya juga sesat...
Hehehee..... Pembaca pasti bingung ya menangkap arah tulisan saya... maklum baru latihan, jadi kalo nggak enak pasti... isinya kosong... mungkin.
Kongkritnya adalah begini, saya ingin memaknai SESAT (DZOLAL) dan TIDAK SESAT secara lebih luas, karena menurut saya Sesat itu bisa diartikan dengan dosa atau pelanggatran apapun walau itu sangat kecil terhadap aturan-aturan Allah, sedang tidak sesat adalah Hudan / Hidayah yang pada prakteknya manusia selalu dalam koridor keinginan Allah menurut Qur'an & Sunnahnya...
Jadi singkatnya, kalau kita lagi malas melaksanakan ibadah-ibadah wajib... menurut saya ya SESAT juga, misalkan kita melalaikan Sholat, Tidak peduli dengan Fakir Miskin, Tidak mau berhukum dari Allah secara total, dll... Juga berkoar-koar mengatakan / atau mencap sesat orang lain sementara dia tidak menutup aurat sebagaimana aturan Allah.... Maka dari itu mari dengan kerendahan hati sama-sama kita berkata "SAYA SESAT". Dan kalau itu sudah menjadi kebiasaan kita bahkan sudah kita anggap benar "pelanggaran2" kita itu... maka jangan malu-malu kita akui kita telah BERALIRAN SESAT... bahkan mungkin BERIDEOLOGI SESAT...
Sekali lagi maaf, mohon pembaca tidak tersinggung... anggap saja saya berbicara dengan diri saya sendiri... Karena sebenarnya kalo kita mau merenung bahwa Allah juga selalu mengingatkan bahwa kita adalah mahluk yang tidak jauh dari kesesatan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari. Makanya Allah juga mengajarkan kepada kita untuk setiap kali berdo'a: "ROBBANAA DZOLLAMNAA ANGFUSANAA WAINLAM TAGHFIRLANAA WATARHAMNAA LANAKUUNANNAA MINAL KHOOSIRIIN". Ya rob, sesunggungnya kami telah SESAT, dan jika engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami termasuk golongan orang yang rugi...
Nah, ternyata ngaku SESAT juga kan kita...? eh maaf saya...
Wallohu a'lam bishowwab.
Haris
Rabu, 14 November 2007
MEMPESANTRENKAN ANAK, Siapakah yang tidak kuat ??

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Terus terang berkenalan dengan Ustadz yang satu ini semakin membuka otak saya, sedikit demi sedikit merubah cara dan pola berfikir saya dalam memandang segala sesuatu. Kali ini saya akan berbagi secuil perubahan pola pikir tersebut kepada Anda.
Berkunjung ke rumah beliau bersama anak saya yang masih berumur 7 tahun, membuat bahasan tentang Anak akhirnya dimulai.
Sebelumnya beliau ngobrol ngalor ngidul dengan anak saya, yang sepertinya nyambung juga. Ternyata mereka berbicara tentang hafalan Al-Qur'an, yang kebetulan anak saya sedang memulai menghafal juz 30 dari Surat An-Naba sampai sekarang baru sampai Al-Mutoffifiin.
Setelah itu Ustadz bertanya kepada saya, kenapa tidak Anda kirimkan putranya ke Pesantren Tahfidz Al-Qur'an...? Ah saya pikir mudah saja menjawabnya... besok Tad, kalo sudah lulus SD, atau SMP... saya pikir jawabanku sudah cukup bagus.
Terus Ustadz menimpali... "Kirim Anak ke pesantren, dididik secara intensif, makin kecil, makin baik.."
Kemudian saya coba berargumen, "Sekecil itu apa sudah kuat Tad..? di Pesantren kan hidup harus mandiri, mengurus dirinya sendiri, selain itu juga dia masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua Orang tuanya..." panjang lebar saya coba mempertahankan pendapat.
Dengan santai beliau jawab: "Anak saya sejak umur 6 tahun sudah di Pesantren, bagi saya itu sudah cukup terlambat... Sekarang sudah hafal 4 juz..., dia kuat kok, malah jarang mau diajak pulang... "Dan itu dibuktikan ribuan Anak-anak lain, bahwa sebenarnya mereka kuat, dan senang hidup mandiri & belajar intensif. Yang tidak kuat itu justru para orang tuanya, mereka tidak kuat ditinggal putra-putrinya untuk belajar... kalau sudah begini sebenarnya ego siapa...? ornag tua kan...?"
Masuk akal juga kata Ustadz ini. "Tapi sebentar Tad, tadi Ustadz bilang anak Ustadz 6 tahun termasuk terlambat untuk dipesantrenkan...??" emang sebenarnya Umur berapa yang paling ideal menurut Ustadz...?"
Sambil tersenyum Ustadz menjawab: "Kok menurut saya, menurut Allah, menurut ajaran para nabi... menurut sunnah Rosul"
Makin bingung saya, memang sih menuntut ilmu diwajibkan Minallahdi ilal Lahdi... tapi prakteknya itu yang harus bagaimana...?
Tidak menunggu lama saya bengong, Ustadz meneruskan: "Rosulullah Muhammad "dipesantrenkan" sejak umur 6 hari, dengan dibawa ke desa Sa'diyah oleh keluarga Halimah. Jadi kepergian pengiriman Muhammad oleh keluarganya bukan sekedar untuk disusui, tetapi benar-benar dididik di Bani Sa'ad yang notabene penganut ajaran Ibrahim yang jauh dari agama berhala & paganisme seperti yang terjadi di Mekkah. Itu yang jarang kita tahu... Makanya Muhammad dengan hasil didikannya tersebut sudah anti paganisme sejak kecil. Contoh lain lagi, Imam Syafi'i diajarkan hafalan AlQuran sejak dalam kandungan, maka pada umur 7 tahun beliau telah hafal seluruhnya... Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa "Mempesantrenkan" anak sejak dini adalah sunnah rosul, ajaran Allah, yang itu tidak boleh diabaikan hanya gara-gara tidak tega-nya orang tua..."
Oooh, begitu ya... aku manggut-manggut sambil melihat anakku yang asyik bermain kertas, sambil membayangkan bagaimana rasanya ditinggal dia untuk menuntut ilmu di Pesantren.
Wallohu a'lam. Semoga bisa sedikit mencerahkan kita semua.
Haris
SATU ILMU BEDA BAHASA
SubhanaLLah...
Memang sungguh luar biasa, ilmu Allah akan sama jika disampaikan menurut maunya Allah juga,
artinya tanpa kepentingan nafsu manusia...
Baru saja kita simak hakikat tujuan SHOUM / puasa Romadhon... yakni menuju TATTAQUUN, TASYKURUUN, DAN YARSYUDUUN...
yang inti pengertian "bahasa manusianya" adalah:
TATTAQUUN : Manjadi manusia baik bagi diri dan orang2 terdekat...
TASYKURUN : Menjadi manusia baik bagi sesama manusia
YARSYUDUUN : Menjadi hamba yang baik di mata Allah...
semuanya terrangkum, harus dicapai semuanya agar Ridho Allah berpihak kepada kita.
Itulah kiranya perspektif menurut Al-Ustadz Naziri Al-Hafidz... bagaimana seharusnya menjadi manusia.
Dalam bahasa yang lain, Syaih Taqiyudin An-Nabhani dalam kitab Nizoomul Islam menerangkan bahwa:
Islam adalah Dien yang diturunkan kepada manusia, yang disempurnakan melalui Muhammad SAW,
dimana ia (baca islam) mengatur tiga hal:
- Mengatur Hubungan Manusia dengan dirinya sendiri
- Mengatur Hubungan Manusia dengan Manusia dan alam semesta,
- dan Mengatur Hubungan Manusia dengan Allah...
Dan aturan itu dibuat hanya oleh Allah supaya mendatangkan kebaikan, bagi dirinya sendiri,
bagi manusia & alam semesta, dan juga baik di mata Allah...
sekali lagi Subhanallah... ternyata ilmu itu sama kita terima, walaupun dengan bahasa yang berbeda...
Dan begitulah seharusnya kita hidup, yang harus selalu benar menjalankan 3 hal, tanpa meninggalkan satupun diantaranya.
Wallohu a'lam
Renungan 5 menit
oleh: Haris
Memang sungguh luar biasa, ilmu Allah akan sama jika disampaikan menurut maunya Allah juga,
artinya tanpa kepentingan nafsu manusia...
Baru saja kita simak hakikat tujuan SHOUM / puasa Romadhon... yakni menuju TATTAQUUN, TASYKURUUN, DAN YARSYUDUUN...
yang inti pengertian "bahasa manusianya" adalah:
TATTAQUUN : Manjadi manusia baik bagi diri dan orang2 terdekat...
TASYKURUN : Menjadi manusia baik bagi sesama manusia
YARSYUDUUN : Menjadi hamba yang baik di mata Allah...
semuanya terrangkum, harus dicapai semuanya agar Ridho Allah berpihak kepada kita.
Itulah kiranya perspektif menurut Al-Ustadz Naziri Al-Hafidz... bagaimana seharusnya menjadi manusia.
Dalam bahasa yang lain, Syaih Taqiyudin An-Nabhani dalam kitab Nizoomul Islam menerangkan bahwa:
Islam adalah Dien yang diturunkan kepada manusia, yang disempurnakan melalui Muhammad SAW,
dimana ia (baca islam) mengatur tiga hal:
- Mengatur Hubungan Manusia dengan dirinya sendiri
- Mengatur Hubungan Manusia dengan Manusia dan alam semesta,
- dan Mengatur Hubungan Manusia dengan Allah...
Dan aturan itu dibuat hanya oleh Allah supaya mendatangkan kebaikan, bagi dirinya sendiri,
bagi manusia & alam semesta, dan juga baik di mata Allah...
sekali lagi Subhanallah... ternyata ilmu itu sama kita terima, walaupun dengan bahasa yang berbeda...
Dan begitulah seharusnya kita hidup, yang harus selalu benar menjalankan 3 hal, tanpa meninggalkan satupun diantaranya.
Wallohu a'lam
Renungan 5 menit
oleh: Haris
BLAK & WHITE TAHI CICAK
Bsmillahirrohmaanirrohiiim...
Pada hari minggu kemaren kira-kira Pk 8.20, aku ke Musholla,
dalam rangka mempersiapkan seperlunya untuk acara pengajian yang mengundang
Ustadz Naziri, ustadz dengan sederet gelar itu... yang bila ditulis semua bisa satu baris ketikan dengan font arial size 12... hehehe...
tapi yang paling aku kagumi adalah gelar A-Hafidz-nya... yang dengan itu beliau mungkin bisa berbangga diri... bahkan mungkin bisa melebihi orang yg ngaku "rosul palsu..."
jadi kalau beliau lebih pinter harusnya mengaku apa ya...?
Kembali ke cerita awal, aku dengan sekedarnya menyapu lantai Musholla...
Astaghfirullah... ternyata di sana-sini aku temukan kotoran / tahi cicak.. yang khas dengan warnanya itu...
yah... kalau kita perhatikan dan kita fikirkan secara teliti... warna tahi cicak selalu konsisten, pasti duo tone... itu-itu saja... yakni BW... alias black & white...
Tidak peduli sang cicak habis makan apa, tidak peduli si cicak lagi mencret apa tidak...
Heheeheheee... busyet ngapain kita mikirin tahi cicak ya....???
Tapi tetap saja saya terusik dengan keunikan warnanya itu... hitam dominan, dan putih pada bagian ujung kecilnya...
Aku teruskan menyapu ke bagian karpet yang berwarna gelap... ternyata ada 2 tahi cicak juga... kini bagian putih tahi cicak yang terlihat mencolok...
aku sapu ke arah lantai keramik yang berwarna putih.... eeeeh masih juga gampang terlihat tahi itu... karena bagian tahi yg berwarna hitam seolah-olah
memperingatkan.."hai aku tahi cicak... awas!!" hehehehe....
SubhanaLLah.... Astaghfirullah... Allahu Akbar!!
Aku baru sadar .... ternyata di balik warna tahi cicak itu... ada fungsinya, ada tujuan penciptaan-Nya....
yakni mungkin salah satunya agar mudah terlihat dimanapun ia berada... baik di area gelap maupun terang.... hitam - putih.... sekali lagi subhanaLLah.....
Untuk apa...? tentunya untuk memudahkan kita mengidentifikasinya, membersihkannya... mengingat bertahun-tahun kita sudah diajarkan juga tentang "najis".
Nah kesanalah konektifitasnya...
Alhamdulillah, maka aku semakin yakin dengan Al-Quran...
Ternyata apa yang pernah aku baca benar "ROBBANAA MAA KHOLAQTA HAADZAA BATHILAA.."
"Ya Tuhanku... sesungguhnya tiada satupung yang engkau ciptakan sia-sia".....
termasuk tahi cicak itu tadi.... SubhanaLLah...
Wallahua'lam bishowwab.
Let's think about God creation...
Haris.
Pada hari minggu kemaren kira-kira Pk 8.20, aku ke Musholla,
dalam rangka mempersiapkan seperlunya untuk acara pengajian yang mengundang
Ustadz Naziri, ustadz dengan sederet gelar itu... yang bila ditulis semua bisa satu baris ketikan dengan font arial size 12... hehehe...
tapi yang paling aku kagumi adalah gelar A-Hafidz-nya... yang dengan itu beliau mungkin bisa berbangga diri... bahkan mungkin bisa melebihi orang yg ngaku "rosul palsu..."
jadi kalau beliau lebih pinter harusnya mengaku apa ya...?
Kembali ke cerita awal, aku dengan sekedarnya menyapu lantai Musholla...
Astaghfirullah... ternyata di sana-sini aku temukan kotoran / tahi cicak.. yang khas dengan warnanya itu...
yah... kalau kita perhatikan dan kita fikirkan secara teliti... warna tahi cicak selalu konsisten, pasti duo tone... itu-itu saja... yakni BW... alias black & white...
Tidak peduli sang cicak habis makan apa, tidak peduli si cicak lagi mencret apa tidak...
Heheeheheee... busyet ngapain kita mikirin tahi cicak ya....???
Tapi tetap saja saya terusik dengan keunikan warnanya itu... hitam dominan, dan putih pada bagian ujung kecilnya...
Aku teruskan menyapu ke bagian karpet yang berwarna gelap... ternyata ada 2 tahi cicak juga... kini bagian putih tahi cicak yang terlihat mencolok...
aku sapu ke arah lantai keramik yang berwarna putih.... eeeeh masih juga gampang terlihat tahi itu... karena bagian tahi yg berwarna hitam seolah-olah
memperingatkan.."hai aku tahi cicak... awas!!" hehehehe....
SubhanaLLah.... Astaghfirullah... Allahu Akbar!!
Aku baru sadar .... ternyata di balik warna tahi cicak itu... ada fungsinya, ada tujuan penciptaan-Nya....
yakni mungkin salah satunya agar mudah terlihat dimanapun ia berada... baik di area gelap maupun terang.... hitam - putih.... sekali lagi subhanaLLah.....
Untuk apa...? tentunya untuk memudahkan kita mengidentifikasinya, membersihkannya... mengingat bertahun-tahun kita sudah diajarkan juga tentang "najis".
Nah kesanalah konektifitasnya...
Alhamdulillah, maka aku semakin yakin dengan Al-Quran...
Ternyata apa yang pernah aku baca benar "ROBBANAA MAA KHOLAQTA HAADZAA BATHILAA.."
"Ya Tuhanku... sesungguhnya tiada satupung yang engkau ciptakan sia-sia".....
termasuk tahi cicak itu tadi.... SubhanaLLah...
Wallahua'lam bishowwab.
Let's think about God creation...
Haris.
Langganan:
Postingan (Atom)